MAKALAH
PERAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAGI MANAJER ORGANISASI
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas dalam
perkuliahan Sistem
Informasi Akuntansi
Disusun oleh :
`Sucik
Bakdarwati
|
15200326
|
KOMPUTERISASI
AKUNTASI
POLITEKNIK NEGERI MADIUN
TAHUN
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadiran Allah
SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya saya
dapat menyelesaikan Makalah Sistem Informasi Akuntansi.
Makalah ini disusun sebagai tugas yang diberikan oleh Pak Agung.
Dalam
kesempatan ini saya
mungucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada:
1. Pak Agung selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi,
2. Keluarga yang mendukung serta memberikan sarana dan
prasarana,
Saya menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa,
ataupun penulisannya.
Oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari dosen
mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi
guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi saya untuk lebih baik dimasa yang akan datang.Amin.
Madiun, 7 Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Peranan sistem informasi akuntansi bagi pihak manajer
organisasi, dalam hal ini jelas sangat penting. Sebab sistem informasi
akuntansi bersama-sama dengan sistem informasi lainnya menyediakan informasi
yang dibutuhkan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan.
Bagi pihak di luar organisasi, peranan sistem informasi
akuntansi juga tak kalah penting. Sebagai penghasil informasi dalam bentuk
laporan keuangan yang berguna sebagai dasar penilaian dan analisa terhadap
kondisi manajer organisasi. Dari laporan-laporan tersebut, pihak luar manajer
organisasi dapat mengambil keputusan yang tepat.
1.2
RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Apakah pengertian Sistem Informasi Akuntansi?
1.2.2 Apakah pengertian Manajer Organisasi?
1.2.3 Bagaimana Sistem Informasi Akuntansi berperan penting bagi
Manajer Organisasi?
1.3
TUJUAN
MAKALAH
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui apa saja manfaat
dan kegunaan Sistem Informasi Akuntansi bagi Manajer Organisasi.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1
SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi
Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab
untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data
transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar organisasi.
Sistem Informasi
Akuntansi juga dapat diartikan sebagai sistem informasi berbasis komputerisasi
yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam siklus
akuntansi dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan
/ organisasi.
Pengertian Sistem
Informasi Akuntansi menurut para ahli :
Ø Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian
sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas
, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data
transaksi keuangan atau akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainnya.
Ø Menurut George H.Bodnar dan William S.Hopwood dalam
bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A (1996,h.1), sistem informasi
akuntansi adalah “ Kumpulan sumber daya, seperti : manusia dan peralatan, yang
diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para
penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
Ø Menurut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “ Sistem
Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi
sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
manajemen guna memudahkan pengelolaan organisasi.
Ø Menurut Niswonger, Fess dan Warren diterjemahkan oleh
Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu saran bagi
manajemen organisasi guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk
mengelola manajer organisasi dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik,
kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan
menjadi 2 yaitu:
-
Informasi akuntansi
keuangan, informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak
extern.
-
Informasi akuntansi
manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
2.1.2 Komponen SIA
Komponen yang terdapat di dalam SIA antara lain :
1.
Manusia, sebagai
pelaku yang menjalankan sistem
2.
Transaksi, sebagai
objek dari sistem informasi akuntansi yang merupakan masukan, lalu diproses
sehingga menghasilkan informasi
3.
Prosedur, sebagai
langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan manajer
organisasi
4.
Dokumen, berupa
formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
5. Peralatan, sebagai suatu alat atau sarana yang
digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
2.1.3 Unsur Yang Mempengaruhi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
Unsur-unsur yang mempengaruhi penerapan sistem informasi
akuntansi dalam manajer organisasi :
Analisa Perilaku
Setiap sistem yang tertuangakn dalam kertas tidak akan
efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan
akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.
Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus
menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi
tersebut.
Komputer
Pada beberapa perushaan atau organisasi, komputer telah
digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga
memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam
proses pengambilan keputusan.
2.2
PENGERTIAN dan TUGAS
MANAJER ORGANISASI
Peranan
seorang manajer dalam
suatu organisasi sangatlah penting karena keberadaan seorang manajer
menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari
keberhasilan suatu organisasi. Posisi manajer menjadi sangat krusial dan
diharapkan mempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan
dalam suatu organisasi.
2.3.1
Definisi Manajer Organisasi
Menurut Malayu S. Hasibuan,
Manajer adalah sumber daya
pokok serta titik sentral setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan. Manajer harus mengutamakan
tugas, tanggung jawab,
dan membina hubungan yang harmonis baik dengan atasan maupun dengan
bawahan.
Manajer memimpin beberapa unit
bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada organisasi
yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan
pada perusahaan atau organisasi yang berskala besar biasanya memiliki
beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang
berbeda-beda.
2.3.2
Tingkatan Manajer
Pada organsisasi
berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer
puncak, manajer
tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk
piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di
puncak).
Berikut ini adalah tingkatan
manajer mulai dari bawah ke atas :
·
Manejemen lini pertama
(first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional,
·
Manajemen tingkat menengah
(middle management
·
Manajemen puncak (top
management), dikenal pula dengan istilah executive officer.
Meskipun
demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan
menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang
lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim
karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya
sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
2.3.3
Tugas Manajer organisasi
Salah satu tugas atau peran
seorang manajer yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu
organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan
dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Seorang manajer dalam
melakukan tugasnya menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan, dan keamanan
informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh suatu
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus meningkatkan eksistensi
organisasi di tengah-tengah lingkungannya. Keberhasilan menjalankan tugas ini
mensyaratkan manajer mempunyai kemampuan multi disiplin, seperti dalam bidang :
teknologi, bisnis, manajemen, serta kepemimpinan.
1. Managerial
cycle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi,
pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
2. Memotivasi,
artinya seorang manajer harus dapat mendorong para bawahannya untuk bekerja giat dan membina
para bawahan dengan baik dan harmonis.
3. Manajer
harus berusaha memenuhi kebutuhan para bawahannya.
4.
Manajer harus dapat menciptakan
kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaanya.
5. Manajer
harus berusaha agar para bawahannya bersedia memikul tanggung jawab.
6. Manajer
harus membina
bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
7. Manajer
harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen secara baik.
8. Manajer
harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar.
2.3
PERANAN SIA BAGI MANAJER
ORGANISASI
Tujuan dari SIA adalah untuk mengumpulkan,
memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan aspek keuangan dari
kegiatan bisnis manajer organisasi
Manfaat SIA bagi manajer organisasi dapat dilihat dari
beberapa poin berikut:
- Menyediakan informasi yang
akurat dan tepat waktu sehingga manajer organisasi dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara efektif dan
efisien,
- Membantu manajer meningkatkan
kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan,
- Membantu manajer meningkatkan
efisiensi,
- Meningkatkan kemampuan manajer
dalam pengambilan keputusan,
- Meningkatkan sharing
knowledge seorang manajer,
- Menambah efisiensi kerja
pada bagian keuangan.
Dari uraian mengenai SIA di atas, dapat disimpulkan
bahwa SIA sangat penting bagi organisasi apalagi bagi manajer organisasi.
Dengan adanya SIA yang baik, manajer dapat melakukan proses operasi maupun
informasi dengan lebih efektif dan efisien karena adanya pengendalian yang
mengendalikan proses-proses tersebut sehingga hasil yang dicapai dapat sesuai
dengan tujuan organisasi.
Selain itu informasi akuntansi yang dihasilkan dari
SIA dapat dipertanggung jawabkan untuk kelak digunakan dalam mengambil
keputusan mengenai keuangan perusahaan atau organisasi maupun digunakan oleh
pihak di luar organisasi seperti pemasok, investor, dan klien yang berhubungan
langsung dengan kegiatan bisnis organisasi.
Dapat dibayangkan apabila SIA suatu organisasi tidak
berjalan dengan baik, misalkan karena suatu komponen di dalam SIA yang tidak
bekerja dengan optimal, tentu hal ini akan menyebabkan sistem yang berjalan
menjadi terhambat sehingga mengakibatkan kegiatan bisnis organisasi tidak
berjalan lancar, informasi yang dihasilkan tidak akurat, dan tujuan dari
kegiatan bisnis organisasi pun sulit untuk dicapai.
Oleh karena itu, seorang manajer organisasi perlu
merancang dan menjalankan SIA yang terbaik demi lancarnya kegiatan bisnis dan
tercapainya tujuan organisasi. Tidak hanya SIA, subsistem dari Sistem Informasi
lain pun perlu dirancang dan dijalankan dengan sebaik mungkin agar organisasi
dapat berjalan dengan efektif juga efisien dan suatu organisasi dapat
berkembang seiring berjalannya waktu.
BAB 3
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Sistem Informasi Akuntansi sangat berperan penting bagi
Manajer Organisasi dalam hal pengambilan keputusan untuk perusahaan atau
organisasi yang dikelolanya.
Selain itu informasi akuntansi yang dihasilkan dari
SIA dapat dipertanggung jawabkan untuk kelak digunakan dalam mengambil
keputusan mengenai keuangan perusahaan atau suatu organisasi maupun digunakan
oleh pihak di luar perusahaan ataupun suatu organisasi seperti pemasok,
investor, dan klien yang berhubungan langsung dengan kegiatan bisnis manajer
organisasi.
3.2
SARAN
Sebaiknya sumber-sumber pembelajaran Sistem Informasi
Akuntansi lebih dilengkapi dan mudah dipahami agar pembaca dalam hal ini
mahasiswa dapat memanfaatkan dengan lebih efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Wulan, Serly.”Pentingnya Sistem Informasi Akuntansi”. 7
Oktober 2016 2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar